Tulisan Annisa Aulia Pantas Br Tarigan ( kandidat .S.Psi. )
Liputan16,Anak ADH
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan salah satu gangguan neurodevelopmental yang sering terjadi pada anak usia dini, ditandai dengan gejala utama seperti kesulitan memusatkan perhatian, perilaku impulsif, dan hiperaktifitas yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan anak. Menurut American Psychiatric Association (2013), ADHD memengaruhi sekitar 5-7% anak-anak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Fakta yang sering terjadi pada perubahan pola perilaku dari segi psikologinya terlihat pada suatu kondisi ketika seseorang memperhatikan gejala-gejala kurang konsentrasi, hiperaktif dan implusif yang dapat menyebabkan ketidak seimbangan sebagian besar aktivitas hidup mereka(Santrock,2007).
Gangguan ini dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk fokus mengikuti instruksi serta berperilaku sesuai dengan norma sosial. Pada anak usia 5 hingga 6 tahun ADHD sering kali terlihat dalam perilaku yang impulsif, mudah terganggu, serta kesulitan dalam menyelesaikan tugas atau aktivitas yang membutuhkan perhatian yang lebih lama. Gejala-gejala ini dapat mempengaruhi performa akademis dan sosial anak yang tentunya akan berdampak pada perkembangan mereka di masa depan (Muhajirin & Romli, 2024).
Karakteritik dari Anak Penderita ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder):
Inattention (Ketidak Pedulian). Inattention/Inatensi bisa dibilang kesulitan mengendalikan perilaku karena mereka lebih suka melakukan sesuatu sesuai kehendak sendiri. Seringkali pada penderita gagal memperhatikan baik-baik terhadap sesuatu yang mendetail juga seringkali mengalami kesulitan memusatkan perhatian. Terkadang tidak suka mendengarkan jika diajak bicara secara langsung, tidak mengikuti intruksi dan tidak menjalankan tugas serta kehilangan barang/benda yang penting (Nurputeri et al., 2024).
Hiperaktif adalah gangguan tingkah laku yang tidak normal yang disebabkan disfungsi neurologia dengan gejala uatama tidak mampu memusatkan perhatian atau hiperaktif adalah anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian. Seriingkali gelisah dengan tangan atau kaki mereka, meninggalkan tempat duduk dirumah maupun berlarian atau naik-naik secara berlebihan dan berbicara berlebihan (Hidayati, 2015)
Impulsivitas, yaitu Tindakan yang memiliki dorongan untuk mengatakan atau melakukan sesuatu Tindakan yang tidak terkendali. Contohnya, mereka sering memberikan
memberikan jawaban sebelum mendengarkan pertanyaan dengan selesai, sering mengalami kesulitan dalam hal bergiliran dan juga sering dan menginterupsi atau menganggu orang lain.






