Terungkap!!! Nama Ri alias Pal, Jo alias Nem, A alias Met diduga yang mengendalikan Mafia Solar di SPBU Gaperta

Jumat, 20 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputan16.com, Medan – Teka-teki mengenai siapa aktor intelektual di balik layar yang membuat komplotan mafia bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di SPBU 14.201.11101, Jalan Gaperta, seakan kebal hukum perlahan mulai terkuak. Setelah sebelumnya sempat melakukan taktik “tiarap” sesaat dan kini secara terang-terangan kembali menyedot hak rakyat miskin, tiga nama santer disebut-sebut sebagai pengendali utama di lapangan.

 

​Berdasarkan informasi dan desas-desus yang berhasil dihimpun di lapangan, jaringan penyedot solar subsidi di SPBU tersebut diduga kuat berada di bawah kendali tiga sosok berinisial Ri alias Pal, Jo alias Nem, dan A alias Met.

 

​Ketiga nama ini disinyalir bukanlah pemain baru, melainkan pemain lama yang memiliki jaringan rapi dalam sindikat penyelewengan BBM di wilayah tersebut.

 

Bagi Peran dan Armada “Siluman”

​Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, ketiga terduga bos mafia ini memiliki peran yang terstruktur dan terorganisir. Ada yang bertugas sebagai koordinator armada pelangsir (sering disebut “helikopter” yang bolak-balik mengisi BBM), pengatur gudang tangki timbun, hingga sosok yang memiliki tugas khusus “berkoordinasi” untuk memastikan operasi mereka tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum.

 

​Praktik pengurasan solar ini semakin nyata dengan masih bebasnya kendaraan-kendaraan mencurigakan yang antre di jalur Biosolar SPBU Gaperta. Seperti yang terekam dalam bidikan kamera baru-baru ini, sebuah mobil minibus jenis Toyota Kijang Innova berwarna hitam dengan nomor polisi BK 1073 tampak bebas melakukan pengisian di pompa Biosolar.

 

​Mobil-mobil bermesin diesel bertipe MPV atau SUV semacam ini sering kali menjadi armada favorit para pelangsir.

 

Modus yang kerap digunakan adalah memodifikasi bagian dalam mobil dengan baby tank (tangki tambahan) yang tersambung langsung ke tangki utama, sehingga mampu menampung solar subsidi hingga ratusan liter dalam sekali jalan—jauh di atas batas kewajaran konsumsi kendaraan pribadi.

 

Armada-armada pelangsir semacam inilah yang diduga kuat beroperasi di bawah komando jaringan Ri alias Pal, Jo alias Nem, dan A alias Met.

 

Bola Panas di Tangan Aparat

 

​Munculnya ketiga inisial ini seolah menjawab keresahan publik tentang mengapa komplotan tersebut memiliki nyali yang begitu besar untuk kembali beroperasi di lokasi yang sama persis tak lama setelah viral.

 

Dugaan adanya “beking” kuat semakin menguat, membuat sistem digitalisasi dan barcode MyPertamina seolah tak ada harganya di hadapan sindikat ini.

 

​Kini, dengan mencuatnya nama Ri alias Pal, Jo alias Nem, dan A alias Met, bola panas sepenuhnya berada di tangan aparat penegak hukum, khususnya Polrestabes Medan, Polda Sumut, serta BPH Migas.

 

​Masyarakat menanti pembuktian komitmen dari kepolisian. Mampukah hukum menjangkau dan menyeret nama-nama yang diduga sebagai pengendali mafia solar tersebut ke meja hijau?

Ataukah mereka akan terus menjadi sosok tak tersentuh yang bebas memperkaya diri, sementara para sopir angkot, nelayan, dan rakyat kecil harus terus mengantre panjang demi tetesan solar subsidi?

 

 

​Sebagai bentuk pemenuhan kode etik jurnalistik dan keberimbangan berita (cover both sides), Redaksi telah mencoba melakukan konfirmasi resmi kepada pihak kepolisian. Namun, hingga berita ini diterbitkan, Kasat Intelkam Polrestabes Medan, Kompol Suherman Siregar, belum membalas konfirmasi pesan WhatsApp yang dilayangkan oleh wartawan terkait dugaan maraknya kembali praktik mafia solar dan nama-nama yang diduga terlibat tersebut.

 

​Rakyat menolak lupa, kamera warga belum mati, dan publik akan terus menagih janji ketegasan aparat penegak hukum di Kota Medan. (Tim)

Berita Terkait

Bungkam Isu Miring, Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu Sigap Pimpin Penggerebekan dan Bakar Barak Narkoba di Pelosok Sibolangit
Headline: Tegas! Kasat Reskrim Polrestabes Medan Bantah Isu Pembebasan 4 Tersangka Judi Tembak Ikan Sibolangit
Jadi Gudang Penyimpanan Vape Narkoba, Dua Kamar di Satu Apartement Digerebek
Ketua LPA Deli Serdang Desak APH Usut Tuntas Tragedi Kematian Bayi 3 Minggu di Batang Kuis 
Gerebek Sarang Narkoba Mangkubumi, Belasan Pria Lompat ke Sungai, Uang Dollar Singapore, Sabu, & Sajam Berserakan
Dari Penjara Kembali ke Narkoba Residivis Edarkan Sabu Diciduk Polisi Saat Transaksi di Jalan Brigjen Katamso Medan
Menelisik Dalang di Balik “Las Vegas” di Deli Serdang: Jejak Terstruktur Martin, Ai, dan Aseng alias Kayu
Desakan PTDH Menguat, Pantas Tarigan Soroti Oknum Kompol DK yang Viral Dugem

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:20 WIB

Bungkam Isu Miring, Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu Sigap Pimpin Penggerebekan dan Bakar Barak Narkoba di Pelosok Sibolangit

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:00 WIB

Headline: Tegas! Kasat Reskrim Polrestabes Medan Bantah Isu Pembebasan 4 Tersangka Judi Tembak Ikan Sibolangit

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:41 WIB

Jadi Gudang Penyimpanan Vape Narkoba, Dua Kamar di Satu Apartement Digerebek

Kamis, 30 April 2026 - 16:04 WIB

Ketua LPA Deli Serdang Desak APH Usut Tuntas Tragedi Kematian Bayi 3 Minggu di Batang Kuis 

Kamis, 30 April 2026 - 13:30 WIB

Gerebek Sarang Narkoba Mangkubumi, Belasan Pria Lompat ke Sungai, Uang Dollar Singapore, Sabu, & Sajam Berserakan

Berita Terbaru