Formappel’RI: BGN Diminta Evaluasi Total SPPG Teluk Meku Usai Siswa Alami Mual

Rabu, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputan16.com, Langkat – Kasus dugaan makanan tidak layak konsumsi dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Sejumlah siswa di SD Swasta Insaniyah Babalan, Kabupaten Langkat, dilaporkan mengalami mual dan sakit perut usai mengonsumsi menu ayam semur yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Teluk Meku, Kecamatan Babalan.

 

Peristiwa ini memicu kekhawatiran publik setelah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi makanan yang diduga berbau tidak sedap. Bahkan, beberapa siswa disebut menolak mengonsumsi makanan tersebut karena khawatir terhadap kualitasnya.

 

Menanggapi kejadian ini, Ketua Umum Forum Masyarakat Peduli dan Pemerhati Lingkungan Republik Indonesia, R. Anggi Syaputra, mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG Teluk Meku.

 

Menurutnya, program MBG yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak tidak boleh justru menimbulkan risiko kesehatan.

 

“Program ini sangat baik secara konsep, namun pelaksanaannya harus benar-benar diawasi. Jika sampai menimbulkan gejala mual dan sakit perut pada siswa, ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam standar kelayakan makanan,” ujar R. Anggi Syaputra dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).

 

Ia menegaskan, dugaan kejadian serupa yang disebut terjadi lebih dari sekali harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, khususnya Badan Gizi Nasional (BGN).

 

“Kami mendesak BGN untuk melakukan audit secara menyeluruh dan transparan. Jika terbukti ada kelalaian atau pelanggaran standar, maka operasional SPPG tersebut harus dihentikan sementara, bahkan ditutup,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, ia menilai pengawasan terhadap distribusi makanan dalam program MBG perlu diperketat agar tidak membahayakan penerima manfaat, terutama anak-anak.

 

“Anak-anak tidak boleh menjadi korban dari lemahnya pengawasan. Kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan harus menjadi prioritas utama,” katanya.

 

Sementara itu, pihak SPPG melalui Koordinator Wilayah Langkat menyatakan tengah melakukan evaluasi internal serta penyusunan laporan terkait kejadian tersebut. Koordinasi juga disebut telah dilakukan dengan pihak terkait guna menindaklanjuti laporan di lapangan.

 

Kasus ini menjadi pengingat bahwa implementasi program sosial berskala besar memerlukan pengawasan ketat dan akuntabilitas tinggi agar tujuan utamanya benar-benar tercapai tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

Berita Terkait

Viral! Galian C Ilegal di Medan Sinembah Rusak Jalan dan Picu Kemarahan Publik
Pengukuhan DPP BARA HATI Indonesia Digelar di Aula Siantar Hotel, Tekankan Solidaritas dan Transparansi
Brimob Hadir untuk Negeri, Personel Batalyon C Pelopor Gelar Aksi ASRI di Masjid Jami’ Hijriah
Eksistensi Barak Sabu ‘Palobar’ di Bandar Baru: Dikelola Vid Kbn, Bebas Beroperasi dan Seolah Kebal Hukum di Wilkum Pancur Batu
Dugaan Penipuan Rp320 Juta Seret Oknum Kepala Sekolah di Jombang
Tak tersentuh APH Platinum KTV Medan Kebal Hukum, Dugaan Penjualan Pil Ekstasi Rp. 350 ribu Perbutir
Disdik Sumut Cuma ‘Diduga Sidak’, Penegak Hukum Diminta Bongkar Aliran Dana Rp1,2 Miliar di SMAN 1 Pancur Batu
Coffee Moning Dan Temu Ramah Bersama Insan Pers. Kajari Deliserdang: Laporkan Jika Ada Anggota “Menakut-nakuti dan Bertindak Aneh”

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 14:49 WIB

Viral! Galian C Ilegal di Medan Sinembah Rusak Jalan dan Picu Kemarahan Publik

Jumat, 10 April 2026 - 10:08 WIB

Pengukuhan DPP BARA HATI Indonesia Digelar di Aula Siantar Hotel, Tekankan Solidaritas dan Transparansi

Jumat, 10 April 2026 - 07:51 WIB

Brimob Hadir untuk Negeri, Personel Batalyon C Pelopor Gelar Aksi ASRI di Masjid Jami’ Hijriah

Kamis, 9 April 2026 - 08:21 WIB

Eksistensi Barak Sabu ‘Palobar’ di Bandar Baru: Dikelola Vid Kbn, Bebas Beroperasi dan Seolah Kebal Hukum di Wilkum Pancur Batu

Kamis, 9 April 2026 - 08:07 WIB

Dugaan Penipuan Rp320 Juta Seret Oknum Kepala Sekolah di Jombang

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Dugaan Penipuan Rp320 Juta Seret Oknum Kepala Sekolah di Jombang

Kamis, 9 Apr 2026 - 08:07 WIB