Liputan16.com, Suka makmue – Disambangi wartawan media Liputan16.Com/Direktur rumah sakit SIM Nagan raya Dr. Dedi Apradi M. K. M menjelaskan bahwa dirinya tidak mau ambil pusing tentang merebak isu ditengah masyarakat dan juga telah menjadi atensi di kalangan tokoh Nagan raya yang beberapa hari ini di beritakan oleh berbagai media online.
Dr. Dedi Apriadi M. K. M mengatakan kepada awak media, bahwa dirinya sedang fokus bekerja untuk terus berupaya membenahi bermacam persoalan rumah sakit SIM yang timbul dari di masa lalu, dan sekarang perlu saya selesaikan secara cermat agar tidak bertabah parah dan akan terus bisa menyelesaikan berbagai permasalahan dengan target semua dapat teratasi dengan baik.
Tentunya target saya untuk menyelesaikan sejumlah peroalan itu, tidak akan mungkin dapat saya selesaikan secara cepat dan tepat bila pihak-pihak terkait tidak ikut mendukung saya supaya mudah dan cepat teratasi.
Saya selaku direktur sudah banyak berupaya dan ada niat baik saya untuk menuntaskan sejumlah persoalan yang saya terima dari pejabat direktur sebelum saya.
“Secara moral, saya selaku putra daerah yang sudah di beri tanggung jawab sebagai direktur rumah sakit SIM, tentu ada perasaan malu kepada masyarakat Nagan raya, jika kondisi rumah sakit SIM kebanggan semua, tidak mampu saya berikan pelayanan terbaik untuk masyarakat kita.
Terus terang ada beban moral bagi saya sebagai direktur, makanya saya terus berupaya untuk melakukan koordinasi dengan semua pihak dan juga sudah saya lakukan pembenahan ke dalam memperbaikan semua sistem manajemen sabagai pedoman tata kelolo yang baik yang merupakan upaya saya untuk menyelesaikan sejumlah persoalan di rumah sakit SIM.
Untuk diketahui saya baru menjabat direktur rumah sakit SIM lebih kurang setahun, dalam setahun ini sudah banyak hal yang saya lakukan untuk menyelesaikan persoalan krusial dirumah sakit SIM.
Dalam hal adanya berbagai persoalan di rumah sakit SIM, saya sama sekali tidak ingin menyalahkan siapapun, termasuk pejabat direktur sebelum saya tidak mungkin saya salahkan.
Menurut saya tau timbul nya sejumlah persoalan di rumah sakit SIM, barangkali ada kebijakan yang kurang tepat di masa lalu sehingga berdampak sampai sekarang ini.
Nah sekarang kita sudah ada pemimpin baru yaitu bapak TRK Sayang sebagai pemimpin Nagan raya, kita berharap dengan sudah ada kewenangan ditangan beliau berdua, saya yakin beliau berdua akan mensupport energi baru untuk kemajuan rumah sakit SIM Nangan raya, dan saya sudah siap secara bersama-sama untuk kita benahi kembali apa yang masih kurang dan yang belum sesuai dengan harapan masyarakat kita.
Selagi saya masih di beri kesempatan selagi saya masih di percaya oleh pimpinan, maka saya tetap berkomitmen untuk terus melakukan hal-hal yang positif demi kemajuan rumah sakit SIM yang kita banggakan.
Saya mengerti juga bahwa dalam hal isu pergantian direktur, tentunya ada pihak yang barang kali tidak senang atau risih dengan pribadi saya, sehingga melakukan upaya untuk menggantikan saya sebagai direktur rumah sakit SIM, lalu menyampaikan berita -berita negatif dan tidak benar kepada pimpinan, sehingga mencuatlah isu pergantian saya sebagai direktur.
Tidak menjadi persoalan bagi saya kalau pun itu benar saya mau di gantikan dengan orang lain, dan saya nyatakan bahwa saya tidak ada mempersoalkan jika pun nanti bapak Bupati mengambil keputusan harus menggantiakan saya, saya tetap loyal dan legowo apapun kebijakan pimpinan kita bapak bupati TRK Sayang.
(Rahmat P Ritonga)






